Bagi mereka yang mudah pingsan kerap
dianggap lemah jantung. Apalagi jantungnya sering berdebar-debar. Padahal
memakai baju dan kerah ketat pun bisa berdampak buruk. Penyebab kejadian seseorang mudah
pingsan bisa disebabkan karena jantung yang kurang beres dan juga beberapa
faktor dari luar. Apalagi kalau kita tidak mempunyai riwayat kelainan jantung
ataupun faktor risiko penyakit jantung serta usia yang masih muda.
Sebagian besar kasus pingsan yang
bukan karena kelainan jantung diketahui lebih disebabkan karena adanya
hipersensitivitas vagus. Vagus adalah saraf otak ke sepuluh yang mensarafi
organ bagian dalam tubuh dan sangat berpengaruh terhadap frekuensi detak
jantung.
Pingsan berawal dari kecenderungan
terkumpulnya sebagian darah dalam pembuluh vena bawah akibat gravitasi bumi.
Hal itu menyebabkan jumlah darah yang kembali ke jantung berkurang sehingga
curah darah ke jantung dan tekanan darah sistoliknya menurun. Untuk mengatasi
penurunan tersebut, timbul refleks normal berupa bertambahnya frekuensi dan
kekuatan kontraksi jantung untuk mengembalikan curah ke jantung ke tingkat
semula.
Pada seseorang yang hipersensitif,
bertambahnya kekuatan kontraksi itu justru mengaktifkan reseptor mekanik pada
dinding bilik jantung kiri, sehingga timbul refleks yang menyebabkan frekuensi
detak jantung menjadi lambat, pembuluh darah tepi melebar, dan terjadi tekanan
darah rendah (hipotensi) sehingga aliran darah ke susunan saraf terganggu.
Untuk mencegah agar jangan sampai
pingsan, sewaktu gejalanya terasa masih ringan misalnya jantung terasa
berdebar-debar, cobalah gerakkan tungkai atau kaki sambil sekali-kali batuk
kecil. Adakalanya cara tersebut dapat dibantu lagi dengan mengalihkan perhatian
kita sesaat.
Kalau dengan cara tersebut gejala
tidak juga berkurang, tetapi justru mulai mengeluarkan keringat dingin dan
kepala terasa melayang, lebih baik kita langsung jongkok, duduk, atau mencari
tempat berbaring agar tungkai dapat dinaikkan lebih tinggi dari kepala.
Biasanya dalam waktu singkat akan terasa lebih nyaman dan pulih kembali,
apalagi kalau ditambah dengan minuman segar.
Sebaliknya, kalau kita harus
menolong orang yang pingsan, sebaiknya lakukan tip praktis berikut ini.
Baringkan penderita di tempat tidur dengan kepala dimiringkan. Hati-hatilah
agar posisi kepala jangan ditinggikan. Longgarkan pakaian yang ketat agar
aliran darahnya tak terganggu. Bila perlu, teteskan air dingin di kening atau
leher untuk mempercepat pulihnya kesadaran. Jangan memberikan apa pun lewat
mulut apabila penderita belum sadar.
Untuk mencegah terjadinya keadaan
mudah pingsan yang bukan karena kelainan jantung dapat dilakukan dengan
berolahraga seperti jogging, bersepeda, berenang, atau melakukan olahraga
dinamis yang menguatkan otot tungkai. Kalau pingsan yang jelas disebabkan oleh kelainan jantung, diajurkan untuk
berkonsultasi dengan dokter jantung agar dilakukan pemeriksaan dan pengobatan
yang lebih tepat.
Kenapa pingsan?
Mungkin sebagain dari anda pernah merasakan suatu kondisi badan yang diluar
kontrol, dimana kita tidak bisa mengontrol apa yang terjadi pada tubuh kita,
atau katak lain tidak sadar.
Beberpa waktu yang lalau saya pernah merasakannya, tiba-tiba pusing dan
badang tidak menahan kesemibangan, dan yang saya tahu adalah ketika saya
membuka mata saya orang-orang sudah berkerumun, dan menyakan kenapa?.
saya baru sadar bahwa saya baru saja menghalami PINGSAN. karena penasaran
kenapa bisa terjadi seperti itu, sesampainya di rumah langsung buka internet
dan berikut penjelasan yang saya dapatkan setelah berselanncar di internet
Mulai dari sekarang kita mesti tahu gejala-gejala pingsan,
1. bermuka pucat ala indian (:p) dan tiba-tiba merasa mual,
2. keluar keringat dingin dan tangan terasa lembab
3. Kesadaran menghilang, biasanya sih tidak lebih dari 5-10 menit diikuti
dengan waras atau pulih total
Terus apa sih penyebab pingsan ??? Kata pak dokter, pingsan itu disebabkan 4
hal :
1. Tiba-tiba berdiri setelah duduk atau tidur, jangan lakukan ini
sobat..kasihan tubuhmu
2. Berdiri terlalu lama tanpa merubah posisi
3. Tekanan emosi, misalnya ketakutan, marah, dikejar hantu, dll
4. Tekanan fisik, misalnya lapar, panas, dingin, kesakitan, kesetrum juga bisa…
Beberapa orang mungkin mengalami gejala pusing ketika duduk atau berdiri, mual,
keringat dingin dan kulit pucat sebelum akhirnya tidak sadarkan diri. Kenapa
tubuh bisa tiba-tiba menjadi pingsan?
Pingsan adalah salah satu mekanisme pertahanan alami dari tubuh. Hal ini
biasanya terjadi ketika pasokan darah dan oksigen sangat rendah di dalam otak.
Karena ini, fungsi otak akan terhambat dan juga akan berpengaruh pada
organ-organ lain di tubuh.
Pada banyak kejadian, pingsan adalah cara tubuh menghadapi situasi yang
mengerikan sebagai usaha terakhir untuk meminimalkan kerusakan yang terjadi
dalam tubuh.
Dalam bahasa sehari-hari, pingsan didefinisikan sebagai kondisi di mana
orang kehilangan kesadaran. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak faktor.
Dalam beberapa kasus, pingsan tidak menunjukkan masalah kesehatan yang
serius. Namun, bukan berarti hal itu bisa dianggap enteng.
ada beberapa penyebab dan
cara-cara menghadapi pingsan, yaitu:
1. Postural hipotensi adalah suatu kondisi umum. Hal ini terjadi ketika
seseorang telah duduk selama beberapa saat dan kemudian tiba-tiba mengalami
perasaan pusing ketika berdiri.
2. Dehidrasi parah juga menyebabkan pingsan. Hal ini terutama terlihat pada
anak-anak yang banyak olahraga di luar ruangan selama musim panas. Hilangnya
cairan diterjemahkan kurangnya darah tersedia di otak dan otot. Penurunan
volume darah adalah yang menyebabkan pingsan pada anak-anak.
3. Anemia adalah suatu kondisi kurangnya salah satu sel darah merah atau
hemoglobin. Hal ini menyebabkan kurangnya jumlah oksigen mencapai otak yang
menyebabkan pingsan.
4. Setiap jenis perubahan irama jantung dapat mengakibatkan fluktuasi dalam
jumlah darah yang dipompa ke berbagai bagian tubuh atau yang disebut
arrhythmia. Kondisi katup jantung juga dapat menyebabkan arrhythmia, sekali
lagi yang dapat menyebabkan perubahan dalam fungsi hati. Ketersediaan oksigen
dalam tubuh yang tiba-tiba menurun dapat menyebabkan pingsan.
5. Serangan jantung ringan atau segala jenis kematian jantung mendadak juga
dapat menyebabkan seseorang pingsan.
6. Vasovagal syncope atau neurocardiogenic syncope adalah suatu kondisi
dimana penurunan tekanan darah akibat tindakan saraf vagus dan membuat orang
pingsan. Hal ini biasanya terlihat ketika seseorang tiba-tiba mendengar berita
buruk atau melihat gambar berdarah, dan lainnya.
7. Pingsan selama kehamilan juga umumnya terjadi. Ada banyak faktor yang
menyebabkan pingsan selama kehamilan. Kurang gizi, anemia, telentang untuk
waktu lama, bisa menyebabkan pingsan selama kehamilan.
8. Penurunan gula darah tiba-tiba menyebabkan penurunan glukosa yang
tersedia untuk fungsi otak. Hal ini dapat dilihat pada penderita diabetes yang
cenderung overdosis insulin. Jika orang kehilangan dosis, mungkin tergoda
mengambil dosis insulin tambahan untuk menebus dosis yang terabaikan. Dalam
kasus tersebut, gula darah cenderung tiba-tiba jatuh, dan membuat orang menjadi
shock insulin.
9. Occupational syncope merupakan orang yang pingsan karena pemicu yang
merupakan fungsi tubuh normal, seperti batuk, bersin, jatuh dari bangku,
mengejan pada saat buang air besar, atau lainnya.
10. Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh dapat juga membuat seseorang
merasa pusing. Ini karena perubahan konsentrasi cairan dalam tubuh dan juga
secara langsung mempengaruhi tekanan darah dalam tubuh.
11. Kadang-kadang, seseorang pingsan sebagai akibat dari reaksi alergi
terhadap beberapa obat atau pengobatan.
Gejala-gejala pingsan dapat diketahui ketika seseorang mengalami pusing
ketika duduk atau berdiri, mual, badan panas, dingin, berkeringat, dan kulit
pucat sebelum mereka akan pingsan.
Beberapa orang juga mengalami gejala pingsan seperti pandangan kabur, visual
dari bintik-bintik di depan mata dan pupil melebar, dan denyut nadi rendah dari
60 ketukan/menit.
Dalam beberapa kasus, gejala pingsan pada orang dewasa seperti tinja
berwarna hitam, menstruasi berat, muntah, diare dan demam.
Bisa juga gejalanya seperti palpitasi (detak jantung cepat dan tidak
beraturan), nyeri dada, sesak napas, denyut nadi lemah dan tidak normal, sakit
kepala, kehilangan keseimbangan atau koordinasi, bicara kacau dan penglihatan
ganda.
Inkontinensia, kebingungan, tinitus (dering atau sensasi meledak di salah
satu atau kedua telinga), menggigit lidah, dan kejang berkelanjutan adalah
beberapa faktor yang terjadi sebelum pingsan.
Langkah pertama yang harus diambil ada yang pingsan adalah:
1. Mengembalikan kesadarannya dengan memberikan bau-bauan yang menyengat
seperti parfum atau minyak kayu putih.
2. Buat kepalanya lebih rendah dari kaki agar darah bisa mengalir ke otak
3. Jika korban pingsan muntah miringkan kepalanya agar jalur pernapasannya bisa
lancar kembali.
4. Jika sudah sadar beri air minum.
Tapi jika seseorang merasa akan pingsan bisa dengan membaringkan tubuhnya
dan mengangkat kaki ke atas. Ini akan membantu menjaga darah yang mengalir ke
otak sehingga mencegahnya pingsan.
Bisa juga dengan menyuruhnya duduk dan meletakkan kepala di antara lutut
yang untuk beberapa kasus bisa membantu. Jika dehidrasi penyebab pingsan maka
memasukkan banyak cairan paling bermanfaat untuk dilakukan.
Tapi jika sudah dalam kondisi pingsan sebaiknya minta bantuan medis. Jika
penyebab tidak cukup serius, umumnya tidak ada pengobatan yang diperlukan.
Namun, pada kasus-kasus yang terus berulang dapat dibantu dengan bantuan
obat-obatan. Dokter mungkin meresepkan obat tekanan darah, antidepresan,
pembuluh darah dan penggunaan terapi tertentu
Demikian… semogfa bermanfaat